Thursday, April 12, 2012

Perkembangan Bayi Dalam Kandungan (0-36 minggu)


- 0-4 Minggu

Pada minggu-minggu awal ini, janin Anda memiliki panjang tubuh kurang lebih 2 mm. Perkembangannya juga ditandai dengan munculnya cikal bakal otak, sumsum tulang belakang yang masih sederhana, dan tanda-tanda wajah yang akan terbentuk.

- 4-8 Minggu

Ketika usia kehamilan mulai mencapai usia 6 minggu, jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang wajah, mata, jari kaki, dan tangan.

- 8-12 Minggu

Saat memasuki minggu-minggu ini, organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Kepalanya berukuran lebih besar daripada badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai diliputi cairan ketuban dan dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut. Organ-organ tubuh utama janin kini telah terbentuk.

- 12-16 Minggu

Paru-paru janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu dan mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna.

- 16-20 Minggu

Akar-akar gigi tetap telah muncul di belakang gigi susu. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya. Ujung-ujung indera pengecap mulai berkembang dan bisa membedakan rasa manis dan pahit dan sidik jarinya mulai nampak.

- 20-24 Minggu

Ternyata besar tubuh si kecil sudah sebanding dengan badannya. Alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya terbuka, dan ia mulai melakukan gerakan pernapasan. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. Selain itu, kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur.

- 24-28 Minggu

Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk, sedangkan di kulit kepalanya rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulai
aktif. Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar. Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara. Atau boleh dikatakan bahwa pada saat ini merupakan masa-masa bagi sang janin mulai mempersiapkan diri menghadapi hari kelahirannya.

- 28-32 Minggu

Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.

- 36 Minggu

Kepalanya telah berada pada rongga panggul, seolah-olah “mempersiapkan diri” bagi kelahirannya ke dunia. Ia kerap berlatih bernaPas, mengisap, dan menelan. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya telah menghilang. Ususnya terisi mekonium yang biasanya akan dikeluarkan dua hari setelah ia lahir. Saat ini persalinan sudah amat dekat dan bisa terjadi kapan saja.

Masa kehamilan dibagi menjadi tiga bagian

Yaitu trimester pertama , trimester kedua dan trimester ketiga. Satu trimester itu adalah selama 13 minggu. Trimester pertama yaitu kehamilan 13 minggu pertama yang merupakan waktu yang sangat penting karena suatu masa pembentukan organ yang sangat rentan terhadap bahan-bahan kimia, obat dan hal-hal lain. Itulah sebabnya penyakit Rubella umpamanya jika terjadi pada seorang wanita yang hamil lebih berbahaya jika terkena pada trimester pertama. Suatu gangguan pertumbuhan janin pada trimester pertama seperti penyakit yang dihadapi oleh ibu , radiasi, bahan -bahan kimia di udara dan obat -obat yang teratogenik bukan saja akan mengganggu pertumbuhan janin tapi juga menyebabkan keguguran. Jika keguguran tidak terjadi, pertumbuhan janin akan terus berjalan tetapi janin itu besar kemungkinan akan cacat. Jika kecacatan pada organ-organ terlampau parah janin itu mungkin akan mati saat masih didalam kandungan. Jika hal ini tidak terjadi, biasanya bayi itu akan hidup untuk beberapa saat setelah dilahirkan.

Bayi-bayi yang dilahirkan dengan berat badan lahir rendah dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Penyebab yang sering bila ibu hamil menderita penyakit darah tinggi . Keadaan ini dapat diketahui dari pemeriksaan antenatal. Ibu-ibu yang merokok, meminum alkohol dan ibu-ibu yang rendah ‘intake’ makannya juga dapat menyebabkan bayi dilahirkan BBLR. Banyak juga diantara bayi-bayi yang dilahirkan kurang berat berasal dari golongan mereka yang datang dari kelompok sosio-ekonomi yang lebih rendah.

Cara -cara mengawasi pertumbuhan janin:

Para dokter telah lama menggunakan tanda -tanda seperti timbangan berat badan ibu hamil dan pembesaran rahim dari waktu ke waktu untuk mendapat data tentang pertumbuhan janin didalam kandungan. Alat -alat yang lebih modern seperti Ultrasonography telah digunakan untuk mengikuti pertumbuhan janin di dalam kandungan. Alat ini tidak memberi pancaran sinar X pada ibu dan janin dan dapat memberi data seperti janin kembar , pertumbuhan di dalam rahim dan juga beberapa keadaan kecacatan fisik di tubuh janin.

Kesimpulan :

Supaya di anugerahkan cahaya mata yang sehat , yang sempurna sifat-sifatnya , mereka juga seharusnya berikhtiar untuk memastikan supaya ibu mengandung itu berada dalam keadaan sehat dan dilindungi dari keadaan -keadaan yang dapat mengganggu pertumbuhan janin. Seorang wanita sebaiknya dapat memeriksakan darah untuk memastikan apakah dia mempunyai kekebalan terhadap penyakit rubella umpamanya. Ibu hamil disarankan supaya mendapat pemeriksaan antenatal agar penyakit -penyakit seperti darah tinggi , kencing manis , anaemia , penyakit infeksi saluran kencing dan sebagainya dapat dirawat dengan baik. Seorang ibu hamil yang mendapatkan tanda -tanda persalinan seperti pecah air ketuban , keluar darah, lendir darah dari vagina, kenceng-kenceng harus segera mendapatkan pemeriksaan dokter dengan segera. Kelahiran prematur dapat dicegah dengan obat-obatan jika perawatan diberikan pada waktu yang lebih awal.

No comments:

Post a Comment